Surat Plt Bupati Minta Ditunda, Pelantikan PB-IKKS Tetap Digelar, Mahasiswa Soroti Sikap Organisasi

Surat Plt Bupati Minta Ditunda, Pelantikan PB-IKKS Tetap Digelar, Mahasiswa Soroti Sikap Organisasi

PEKANBARU — Polemik pelantikan Pengurus Perkumpulan Besar Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (PB-IKKS) periode 2026–2031 kembali mencuat. Pasalnya, agenda pelantikan tetap digelar meski sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi telah mengeluarkan surat resmi yang meminta kegiatan tersebut ditunda.

Sikap itu mendapat sorotan dari mahasiswa asal Kuansing, Noverman Melayu, Senin (31/8/2026). Ia menilai keputusan tetap melaksanakan pelantikan setelah adanya surat pemerintah daerah berpotensi menimbulkan kesan bahwa arahan pimpinan daerah tidak diindahkan.

“Ketika pemerintah daerah sudah meminta penundaan untuk memberi ruang penyelesaian melalui musyawarah, tetapi pelantikan tetap dilaksanakan, tentu ini menjadi pertanyaan publik,” kata Noverman.

Sebelumnya, Plt Bupati Kuantan Singingi H. Mukhlisin melalui surat Nomor 400.14.1.1/SETDA-UM/VIII/2026/1337 tertanggal 26 Agustus 2026, meminta pelantikan PB-IKKS ditunda hingga persoalan yang muncul antara pihak terkait memperoleh penyelesaian dan kesepahaman bersama.

Dalam surat tersebut, Pemkab Kuansing menyebut terdapat keberatan dari Pengurus IKKS Provinsi Riau terkait pembentukan dan rencana pelantikan PB-IKKS.

Pemkab tidak menolak semangat pembentukan organisasi tersebut. Namun, pemerintah daerah meminta seluruh pihak mengedepankan komunikasi, musyawarah dan kepentingan bersama sebelum agenda pelantikan dilanjutkan.

Menurut Noverman, persoalan tersebut seharusnya diselesaikan melalui dialog, bukan dengan mempertajam perbedaan.

“Organisasi dibentuk untuk mempererat persaudaraan, bukan menjadi sumber perpecahan. Kalau ada persoalan, duduk bersama dan cari jalan keluarnya,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak menghormati surat pemerintah daerah dan tidak menjadikan perbedaan kepengurusan sebagai konflik yang dapat memecah masyarakat Kuansing di kampung maupun di perantauan.

“Jangan sampai ego organisasi mengalahkan kepentingan persaudaraan masyarakat Kuansing,” pungkasnya.

Kini publik menunggu sikap para pihak terkait, apakah polemik PB-IKKS akan berlanjut atau dapat diselesaikan melalui musyawarah dan kesepahaman bersama.

#Kuansing #PACU JALUR #Tradisi dan Adat #PB IKKS