TELUK KUANTAN – Semarak Festival Pacu Jalur Tradisional Kuantan Singingi 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Rabu (19/8/2026), tidak hanya menjadi panggung bagi para peserta dan masyarakat pencinta budaya. Momentum budaya terbesar di Kabupaten Kuantan Singingi itu juga dimanfaatkan para taruna SMA Taruna Muhammadiyah Riau untuk turut mengambil bagian dalam mendukung kelancaran kegiatan.
Kehadiran para taruna bukan sekadar menyaksikan jalannya perlombaan. Mereka terlibat langsung membantu di lapangan sekaligus mengasah nilai-nilai kepedulian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama dan gotong royong yang selama ini menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter di sekolah.
Salah satu aksi kepedulian tersebut terlihat ketika seorang atlet pacu jalur membutuhkan bantuan. Melihat kondisi itu, para taruna dengan sigap memberikan pertolongan dan mendampingi atlet hingga mendapatkan penanganan dari tim medis.

Tindakan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tidak berhenti di dalam ruang kelas. Nilai kepedulian dan kemanusiaan justru diuji ketika seorang siswa mampu melihat kebutuhan orang lain dan mengambil tindakan secara cepat serta tepat.
Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau, Dr. H. Ahdanan, S.Ag., M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan para taruna dalam berbagai kegiatan budaya dan kemasyarakatan, termasuk Festival Pacu Jalur Kuantan Singingi.
Di lapangan, kegiatan para taruna dikoordinasikan oleh Yomi Mare Dia Lona, S.Pd., Oktarido, S.Si., dan Mena Aulia Khausar, S.Pd. Para koordinator memastikan seluruh taruna menjalankan tugas dengan tertib, disiplin serta tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Bagi SMA Taruna Muhammadiyah Riau, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan tradisional di atas sungai. Lebih dari itu, Pacu Jalur merupakan ruang pembelajaran nyata tentang kekompakan, kerja sama, sportivitas, semangat juang dan kebersamaan.
Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dengan pembentukan karakter generasi muda yang tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kepekaan sosial.
Keterlibatan para taruna di Tepian Narosa pun menjadi pengalaman berharga. Mereka dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengenal lebih dekat tradisi Pacu Jalur yang telah menjadi identitas budaya dan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi.
Melalui momentum Festival Pacu Jalur 2026, SMA Taruna Muhammadiyah Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, peduli dan mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Dari Tepian Narosa, bukan hanya semangat perlombaan yang mengalir. Ada nilai kebersamaan, kepedulian dan gotong royong yang ikut diwariskan kepada generasi muda.
SMA Taruna Muhammadiyah Riau — Excellent School, Discipline and Leadership.
#KEN #Pacu Jalur Even Nasional 2026