Melayur Jalur Jitu Kuantan, Bupati Kuansing Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Pacu Jalur

Melayur Jalur Jitu Kuantan, Bupati Kuansing Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Pacu Jalur

INUMAN – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Dr. H. Suhardiman Amby kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuansing dalam menjaga dan melestarikan budaya Pacu Jalur, salah satu warisan tradisi masyarakat Kuansing yang telah mengakar kuat secara turun-temurun.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri langsung kegiatan Melayur Jalur Jitu Kuantan di Desa Pulau Busuk Jaya, Kecamatan Inuman, Selasa (10/2/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kuansing itu menunjukkan dukungan nyata pemerintah daerah terhadap proses lahirnya jalur-jalur andalan yang akan berlaga pada event Pacu Jalur.

Menurut Bupati, Melayur Jalur bukan hanya rangkaian awal pembuatan perahu pacu, melainkan simbol kuat kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.

“Tradisi Melayur Jalur ini adalah identitas Kuansing. Di dalamnya terkandung nilai kebersamaan, kerja kolektif, dan semangat persatuan masyarakat. Ini harus terus kita jaga dan lestarikan,” ujar Suhardiman.

Bupati juga menilai keterlibatan generasi muda dalam proses pembuatan jalur menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan budaya Pacu Jalur agar tidak tergerus zaman. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong kegiatan-kegiatan budaya yang mampu memperkuat jati diri daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut didampingi Anggota DPRD Provinsi Riau H. Zulhendri Nazaruddin, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kuansing. Kehadiran unsur pemerintah ini disambut antusias oleh masyarakat dan panitia pembuatan Jalur Jitu Kuantan.

Ketua Panitia Pembuatan Jalur Jitu Kuantan, Asrianto, menyampaikan bahwa perhatian dan kehadiran langsung Bupati menjadi energi positif bagi masyarakat Desa Pulau Busuk Jaya. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat berarti dalam proses panjang dan penuh tantangan pembuatan jalur.

“Ini menjadi motivasi besar bagi kami. Kehadiran Pak Bupati memberi dorongan moral agar kami bisa menyelesaikan Jalur Jitu Kuantan dan berprestasi di Pacu Jalur nanti,” ungkapnya.

Asrianto menjelaskan, pembuatan Jalur Jitu Kuantan membutuhkan biaya sekitar Rp250 juta. Hingga saat ini, swadaya masyarakat baru terkumpul Rp144 juta, sehingga masih terdapat kekurangan dana yang diharapkan dapat terbantu melalui dukungan pemerintah dan berbagai pihak.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Busuk Jaya, Suriyadi Putra, berharap perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur pendukung di desanya, termasuk Jalan Usaha Tani, dapat terus ditingkatkan guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kegiatan Melayur Jalur Jitu Kuantan tersebut turut dihadiri Kepala BPKAD Kuansing Jafrinaldi, AP, M.Si, Kepala Bappeda Hendra Roza, Kabag Umum Desri Antoni, Sekretaris Dinas Kominfo Hevi H. Antoni, Ketua KONI Kuansing Andi Cahyadi, serta Camat Inuman, Superman.

#Bupati Kuansing #suhardiman Amby #PACU JALUR #Festival Pacu Jalur #Tradisi Kuantan