CERENTI – Duka dan kepanikan menyelimuti Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, Jumat sore (3/4/2026). Seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun, Rayen, diduga hanyut di derasnya aliran Sungai Batang Kuantan saat bermain seorang diri.
Peristiwa memilukan ini sontak mengguncang warga. Tangis keluarga pecah ketika upaya pencarian awal hanya menemukan sandal dan alat permainan milik korban di tepian sungai—tanda yang menguatkan dugaan bahwa Rayen terpeleset dan terseret arus.
Situasi darurat ini langsung memicu respons cepat dari Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby. Dengan nada tegas, ia memerintahkan seluruh jajaran untuk tidak menyia-nyiakan waktu.
“Jangan ada yang lengah. Kerahkan semua kekuatan, percepat pencarian korban,” instruksinya.
Perintah itu langsung ditindaklanjuti. Tim gabungan dari BPBD, aparat kecamatan, hingga masyarakat turun ke lokasi, menyisir aliran sungai yang dikenal berarus cukup kuat.
Kepala Pelaksana BPBD Kuansing, H. Yulizar, memastikan operasi pencarian dilakukan secara maksimal sejak laporan diterima.
“Begitu informasi masuk, tim langsung bergerak ke TKP. Pencarian dilakukan intensif bersama warga,” tegasnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian, korban bermain “pancing-pancingan” bersama teman-temannya di tepian sungai. Namun nahas, saat teman-temannya pulang, Rayen masih bertahan seorang diri—tanpa pengawasan—di lokasi yang berisiko tinggi.
Kelalaian sekecil apa pun di tepian Sungai Kuantan kini berubah menjadi tragedi yang mengguncang.
Hingga malam menjelang, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim gabungan berpacu dengan waktu, menembus arus dan menyisir setiap titik, berharap keajaiban datang.
Pemerintah daerah pun mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat: tingkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di kawasan rawan seperti bantaran sungai.
Peristiwa ini bukan sekadar musibah—tetapi peringatan keras bahwa lengah sesaat bisa berujung petaka.
#Bupati Kuansing #suhardiman Amby #datuk. panglimo dalam #BPBD #Korban Hanyut