Bupati Suhardiman Amby Ancam Batalkan Pembangunan Jembatan Sungai Lintang, Anggaran Rp9 Miliar Terancam Dialihkan

Bupati Suhardiman Amby Ancam Batalkan Pembangunan Jembatan Sungai Lintang, Anggaran Rp9 Miliar Terancam Dialihkan

Sentajo – Polemik penutupan akses Jembatan Sungai Lintang di Kecamatan Sentajo Raya berbuntut panjang. Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, secara tegas menyatakan siap membatalkan pembangunan jembatan permanen yang telah dianggarkan lebih dari Rp9 miliar pada tahun 2026.

Pernyataan keras itu disampaikan Bupati pada Selasa malam (3/3/2026), setelah warga kembali membuka akses jalan yang sebelumnya ditutup sementara oleh Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Kuansing, dan Dinas PUPR. Penutupan dilakukan karena kondisi jembatan dinilai rawan ambruk dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kita tidak ingin masyarakat mengalami musibah akibat kondisi jembatan yang sudah tidak layak. Penutupan ini demi keselamatan bersama sampai pembangunan permanen dilaksanakan,” tegasnya.

Namun, keputusan pemerintah daerah tersebut justru mendapat penolakan dari sebagian warga yang membuka kembali akses, termasuk melepas portal pembatas kendaraan. Sikap itu dinilai Bupati sebagai bentuk pengabaian terhadap upaya perlindungan keselamatan publik.

“Kalau masyarakat tidak mau diatur demi keselamatan bersama, maka pembangunan jembatan itu bisa saja kita batalkan tahun ini. Anggarannya lebih baik dialihkan ke kecamatan lain yang lebih membutuhkan dan menghargai upaya pemerintah,” ujarnya dengan nada serius.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran dan perencanaan pembangunan jembatan permanen. Penutupan sementara, termasuk pemasangan portal, bertujuan membatasi kendaraan bertonase berlebih yang berpotensi mempercepat kerusakan struktur jembatan dan badan jalan.

Bupati juga membuka opsi menyerahkan kewenangan pengelolaan jalan dan jembatan tersebut kepada pemerintah desa setempat, baik Desa Pulau Komang maupun Muaro Sentajo, jika koordinasi dan kepatuhan terhadap kebijakan keselamatan tidak berjalan efektif.

Ia turut mengingatkan Camat Sentajo Raya agar lebih aktif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Tingkatkan komunikasi. Turun langsung ke masyarakat. Jangan sampai berkembang opini seolah-olah pemerintah tidak peduli. Faktanya, anggaran sudah kita siapkan dan pembangunan siap dilaksanakan,” tegasnya.

Bupati menegaskan, keselamatan warga adalah prioritas utama. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kedisiplinan dan kepatuhan terhadap kebijakan keselamatan menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

“Kalau memang tidak mau diatur demi keselamatan bersama, ya sudah, kita batalkan saja dan alihkan anggaran ke daerah lain yang lebih mendesak serta lebih menghargai,” pungkasnya.

#Bupati Kuansing #suhardiman Amby #datuk. panglimo dalam #jembatan sungai lintang