TELUK KUANTAN — Gebrakan baru dilakukan Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfos) Kabupaten Kuantan Singingi, Hevi H. Antoni.
Tak ingin hanya memantau dari balik meja, mantan Camat Sentajo Raya itu mulai menerapkan pola kerja “mangkal bergilir” di setiap bidang internal Diskominfos Kuansing mulai Jumat (22/5/2026).
Langkah ini menjadi strategi pengawasan internal sekaligus upaya membangun ritme kerja yang lebih solid di tubuh Diskominfos.
“Mulai hari ini saya akan berkantor di tiap bidang secara bergantian. Saya ingin melihat langsung dinamika kerja, memahami kendala riil, sekaligus memastikan setiap bidang berjalan optimal,” ujar Hevi usai mengikuti rapat koordinasi Kuansing Satu Data bersama BPS dan Bappeda Kuansing.
Dalam agenda tersebut, Hevi turut didampingi Kepala Bidang Statistik Toto Priswandoyo dan Sekretaris Bappeda Kuansing, Sujarwadi, SE.
Bagi Hevi, pola kerja turun langsung ke lapangan bukan hal baru. Saat menjabat Camat Sentajo Raya, ia dikenal lewat program “Ngantor di Desa” yang kala itu dinilai efektif mempercepat pelayanan sekaligus memperkuat pengawasan pemerintahan di tingkat desa.
Kini, pola serupa dibawa ke lingkungan internal Diskominfos atas arahan dan dukungan penuh Kepala Diskominfos Kuansing, H. Doni Aprialdi.
Menurut Hevi, ada dua misi besar yang ingin dicapai lewat kebijakan tersebut. Pertama, membangun superteam yang kuat, cepat, dan solid di sektor komunikasi, informatika, serta statistik untuk menopang visi pembangunan daerah.
Kedua, memperkuat fungsi kontrol dan evaluasi kinerja secara langsung agar seluruh target kerja tiap bidang bisa dipantau lebih efektif dan terukur.
“Kalau ingin organisasi bergerak cepat, pimpinan tidak boleh berjarak dengan tim. Harus tahu langsung ritme kerja di bawah,” tegasnya.
Hevi menilai langkah efisiensi dan penguatan internal ini sangat penting, mengingat Diskominfos kini memegang peran strategis sebagai Wali Data Kabupaten dalam program Kuansing Satu Data.
Peran itu menjadikan Diskominfos sebagai pusat pengumpulan dan pengelolaan data sektoral dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kuansing.
Karena itu, kata Hevi, validitas data menjadi harga mati agar arah pembangunan daerah benar-benar tepat sasaran.
“Kami berharap seluruh OPD serius mendukung Kuansing Satu Data. Data yang valid adalah fondasi utama dalam pengambilan kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Kuansing dan Bappeda yang selama ini aktif memberikan pendampingan teknis dalam penguatan sistem data daerah.
Tak tanggung-tanggung, Hevi menargetkan integrasi penuh program Kuansing Satu Data hingga penerbitan buku induk “Kuansing Dalam Angka” dapat terealisasi secara maksimal pada akhir 2026 mendatang.
#Diskominfoss #Pola Kerja #Mangkal