Teluk Kuantan — Menjelang perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Riau 2026, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi tak ingin kecolongan pada satu hal krusial: jaringan komunikasi.
Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing langsung tancap gas. Dipimpin Kepala Dinas, Doni Aprialdi, langkah cepat diambil dengan menggandeng Telkomsel untuk menghadirkan penguatan sinyal melalui BTS sementara (mobile BTS/Combat).
Langkah ini bukan tanpa alasan. Kawasan perkantoran Pemkab Kuansing selama ini masih menghadapi kendala sinyal—sebuah persoalan yang bisa berdampak besar jika tidak segera diatasi, apalagi menjelang event tingkat provinsi yang dipastikan menyedot perhatian ribuan orang.
Permohonan resmi pun dilayangkan. Hasilnya cepat dan konkret. Melalui respons dari pihak Telkomsel, yang disampaikan oleh Fauzan Fajri, pembangunan BTS sementara langsung direalisasikan.
Kini, tower Combat tersebut telah berdiri di area Kantor Kominfo Kuansing—menjadi simbol keseriusan dalam membenahi infrastruktur digital.
Melalui Sekretaris Diskominfoss, Hevi Heri Antoni, pemerintah daerah menegaskan bahwa penguatan jaringan bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian dari pelayanan publik modern.
“Ini bukan hanya soal sinyal, tapi tentang memastikan seluruh aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan tanpa hambatan, terlebih menjelang MTQ Riau,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi dengan penyedia layanan telekomunikasi menjadi kunci dalam mempercepat pemerataan akses digital di daerah.
Dengan hadirnya BTS sementara ini, Pemkab Kuansing optimistis persoalan blank spot di kawasan perkantoran bisa teratasi. Harapannya jelas—tidak ada lagi gangguan komunikasi saat Kuansing menjadi tuan rumah.
Lebih dari itu, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Kuansing tidak hanya siap sebagai penyelenggara, tetapi juga siap menunjukkan wajah daerah yang adaptif terhadap transformasi digital.
#Diskominfo #Tower BTS #MTQ