MASNUR K Gaspol Benahi SMKN 1 Perhentian Raja, Siapkan Generasi Tangguh Hadapi Dunia Digital

MASNUR K Gaspol Benahi SMKN 1 Perhentian Raja, Siapkan Generasi Tangguh Hadapi Dunia Digital

Kampar - Di tengah derasnya perubahan zaman dan kerasnya persaingan dunia kerja, memilih tidak hanya jadi penonton. Sekolah kejuruan yang berada di Kabupaten Kampar itu kini terus bergerak melakukan pembenahan besar-besaran menyambut penerimaan peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Di balik semangat perubahan itu, berdiri Kepala Sekolah yang dikenal aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan berbasis keterampilan, disiplin, dan pembentukan karakter siswa.

Bagi MASNUR K, sekolah kejuruan tidak boleh hanya menjadi tempat berburu ijazah. Menurutnya, SMK harus mampu melahirkan generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja modern yang terus berubah akibat perkembangan teknologi dan persaingan global.

“Dunia sekarang bergerak cepat. Kalau sekolah ikut lambat, siswa yang akan tertinggal. Karena itu kami ingin SMKN 1 Perhentian Raja benar-benar menjadi tempat lahirnya generasi yang siap kerja, siap kuliah, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, berbagai persiapan mulai dimatangkan pihak sekolah. Mulai dari penguatan sistem pembelajaran, peningkatan kualitas tenaga pendidik, pembinaan disiplin siswa, hingga pengembangan kemampuan digital dan praktik lapangan.

Di era ketika media sosial kadang lebih ramai daripada ruang belajar, MASNUR K menilai sekolah harus hadir menjadi pengarah agar teknologi tidak sekadar dipakai untuk hiburan tanpa manfaat.

“Anak-anak sekarang pintar menggunakan teknologi. Tinggal bagaimana sekolah mengarahkan kemampuan itu menjadi sesuatu yang produktif dan berguna untuk masa depan mereka,” katanya.

Karena itu, pihak sekolah terus mendorong siswa agar memiliki keterampilan nyata, kreativitas, serta mental mandiri. Menurutnya, lulusan SMK ke depan tidak cukup hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang usaha sendiri.

Tak hanya fokus pada kemampuan akademik, pembinaan karakter juga menjadi perhatian utama. Di tengah derasnya pengaruh digital, pihak sekolah menilai sopan santun dan etika tetap harus menjadi pondasi pendidikan.

“Teknologi boleh maju, tetapi adab jangan sampai hilang. Kami ingin siswa di sini bukan hanya pintar, tetapi juga punya karakter dan rasa hormat,” tegasnya.

Menjelang penerimaan siswa baru, antusiasme masyarakat terhadap sekolah kejuruan juga mulai meningkat. Banyak orang tua kini mulai sadar bahwa SMK bukan lagi pilihan kedua, melainkan jalur pendidikan yang mampu menyiapkan anak lebih cepat menghadapi dunia nyata.

Dengan semangat pembaruan yang terus dibangun, optimistis mampu menjadi sekolah unggulan yang dipercaya masyarakat.

Di tengah ketatnya persaingan pendidikan saat ini, sekolah kejuruan perlahan membuktikan satu hal penting: masa depan tidak cukup dibangun dengan teori semata, tetapi juga dengan keterampilan, disiplin, dan keberanian menghadapi perubahan zaman.

#sekolah