Pekanbaru — Bursa calon Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Riau kian memanas. Namun di tengah dinamika yang berkembang, nama Suhardiman Amby justru disebut menjadi figur yang paling kuat dan paling layak memimpin organisasi anak cucu pejuang tersebut.
Dukungan terhadap Bupati Kuantan Singingi itu terus mengalir dari berbagai kalangan. Bukan hanya karena pengalaman birokrasi dan kepemimpinannya, tetapi juga karena latar sejarah perjuangan yang melekat kuat dalam darah dan keluarganya.
Suhardiman Amby diketahui merupakan cucu kandung almarhum Thamid Datuk Bendaro Kuning — pejuang rakyat Kuantan yang gugur saat mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia pada agresi militer Belanda tahun 1949.
Nama Datuk Bendaro Kuning bukan nama kecil dalam sejarah perjuangan masyarakat Kuantan Singingi. Ia dikenal sebagai sosok pejuang yang berada di garis depan mempertahankan tanah air ketika republik masih berdiri di atas darah dan air mata rakyat.
Di masa revolusi fisik 1945–1949, Datuk Bendaro Kuning bergerak bersama rakyat menjaga wilayah Kuantan dari ancaman kolonial Belanda. Dalam keterbatasan senjata dan logistik, ia tetap memimpin perjuangan, mengamankan jalur gerilya, membantu distribusi kebutuhan pejuang hingga melindungi masyarakat dari tekanan penjajah.
Perjuangan itu akhirnya dibayar mahal. Datuk Bendaro Kuning gugur sebagai syuhada bangsa dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma.
Kini, puluhan tahun setelah kepergiannya, semangat perjuangan itu disebut hidup kembali dalam sosok Suhardiman Amby.
Banyak kalangan menilai, PPM Riau membutuhkan figur yang bukan hanya mampu memimpin organisasi, tetapi juga memahami makna perjuangan dan kehormatan keluarga veteran.
Dan sosok itu dianggap melekat pada diri Suhardiman.
“PPM bukan sekadar organisasi. Ini rumah besar anak cucu pejuang. Dibutuhkan pemimpin yang memahami arti pengorbanan, loyalitas, dan marwah perjuangan,” ujar salah seorang simpatisan PPM Riau.
Tak sedikit pula yang menilai keberhasilan Suhardiman membangun Kuantan Singingi menjadi bukti kapasitas kepemimpinannya.
Di bawah kepemimpinannya, nama Kuansing semakin dikenal luas. Tradisi Pacu Jalur yang dulunya hanya dikenal di daerah, kini berhasil naik kelas menjadi event budaya yang menyita perhatian nasional bahkan internasional.
Kehadiran Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, bersama sejumlah tokoh nasional pada agenda Pacu Jalur menjadi bukti nyata bahwa Suhardiman mampu membangun jejaring dan menghadirkan perhatian pusat untuk daerah.
Tak hanya itu, Suhardiman juga dikenal aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan sosial. Ia pernah berkiprah di KNPI, Karang Taruna, PMI hingga dipercaya memimpin pemerintahan Kuantan Singingi sebagai bupati.
Ia juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Imam Saleh Inuman dan menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang Ilmu Manajemen pada tahun 2024.
Bagi banyak pihak, kombinasi antara rekam jejak kepemimpinan, pengalaman organisasi, dan latar sejarah keluarga pejuang membuat peluang Suhardiman Amby memimpin PPM Riau semakin sulit dibendung.
Di tengah perubahan zaman, sosok pemimpin yang memiliki akar perjuangan dinilai semakin langka.
Karena itu, muncul keyakinan di kalangan anggota dan simpatisan bahwa di tangan Suhardiman, PPM Riau tidak hanya akan tetap eksis, tetapi juga kembali memiliki marwah dan semangat perjuangan yang kuat.
“Pejuang sejati mungkin telah gugur, tetapi semangatnya tidak pernah mati.”
Dan bagi banyak orang di Riau, semangat itu kini dipercaya hidup dalam diri Suhardiman Amby.
#Suhardiman #Datuk Bandaro Kuning #PPM