KAMPAR — Dunia pendidikan tidak cukup hanya melahirkan siswa pintar di atas kertas. Dibutuhkan keberanian, kreativitas, mental kompetitif, dan jiwa sportivitas agar generasi muda mampu bersaing di era modern. Hal inilah yang terus didorong Kepala Sekolah SMAN 1 Salo, Efridanur, melalui berbagai perlombaan dan kegiatan kompetitif yang rutin digelar di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut kini menjadi perhatian positif di kalangan guru, siswa, hingga masyarakat. Pasalnya, budaya kompetisi sehat yang dibangun dinilai mampu membentuk karakter siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan produktif.
Di bawah kepemimpinan Efridanur, SMAN 1 Salo tidak hanya fokus pada pembelajaran formal di ruang kelas. Sekolah juga aktif menghadirkan lomba akademik, olahraga, seni, literasi, pidato, hingga kreativitas digital yang melibatkan para pelajar secara berkala.
“Kita ingin anak-anak punya mental juara. Kompetisi itu penting agar siswa terbiasa menghadapi tantangan, berani tampil, dan mampu menghargai proses,” tegas Efridanur.
Suasana sekolah pun disebut semakin dinamis. Para siswa terlihat lebih antusias mengikuti kegiatan belajar karena memiliki ruang untuk menunjukkan bakat dan kemampuan masing-masing. Bahkan, sejumlah siswa mulai mampu bersaing dalam ajang perlombaan tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Tidak hanya itu, program perlombaan rutin tersebut juga dianggap efektif membangun solidaritas antar siswa sekaligus mengurangi pengaruh negatif lingkungan terhadap remaja.
Pengamat pendidikan menilai langkah yang dilakukan SMAN 1 Salo merupakan bentuk pendidikan karakter yang konkret. Sebab, sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik, tetapi juga ruang pembentukan mental dan kepribadian generasi muda.
Dengan pendekatan tersebut, SMAN 1 Salo perlahan memperlihatkan wajah pendidikan yang lebih hidup, kreatif, dan kompetitif. Semangat sportivitas yang terus ditanamkan diyakini menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin keras.
Di tengah banyaknya sekolah yang masih terpaku pada rutinitas formal, inisiatif yang dibangun Efridanur menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas lahir dari keberanian menciptakan ruang tumbuh bagi siswa secara menyeluruh.
Tim Redaksi Delik Keadilan
#sekolah