PANGEAN – Kepanikan menyelimuti warga Desa Sako, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, saat kobaran api tiba-tiba melahap sebuah rumah pada Rabu (9/4/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap ini nyaris memicu kebakaran lebih besar.
Laporan kebakaran yang masuk ke Mako Damkar sekitar pukul 02.56 WIB langsung direspons cepat oleh tim Satpol PP dan Damkar Kuansing. Tanpa menunggu lama, dua unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi.
Plt Kasat Pol PP dan Damkar Kuansing, Rio Kasyter Wandra, menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi kunci dalam mencegah api meluas.
“Api berhasil kita jinakkan sebelum merambat ke bangunan lain. Ini berkat gerak cepat petugas dan bantuan warga,” ujarnya.
Rumah milik Isal (53) menjadi korban dalam insiden tersebut. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik—ancaman klasik yang kembali memakan korban. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta.

Warga setempat turut bahu-membahu membantu proses pemadaman. Setelah berjibaku selama berjam-jam, api akhirnya berhasil dikendalikan. Tim Damkar kembali ke markas sekitar pukul 05.35 WIB setelah memastikan situasi benar-benar aman.
Di tengah musibah itu, respons cepat juga datang dari pucuk pimpinan daerah. Bupati Kuantan Singingi, H. Suhardiman Amby, langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada OPD terkait.
“Saya minta Dinas Sosial, BPBD, serta Baznas segera turun dan menyalurkan bantuan. Jangan sampai korban menunggu lama,” tegasnya.
Instruksi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak ingin lamban dalam menangani dampak bencana. Harapannya, bantuan segera sampai dan mampu meringankan beban korban yang kini harus menghadapi kehilangan tempat tinggal.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan telah kondusif. Namun, peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius bagi masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya akibat instalasi listrik yang tidak aman.
#Kebakaran #Desa Sako Pangean