PULAU INGU – Sebanyak 56 kesebelasan dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) siap mengadu kemampuan dalam turnamen sepak bola Pespi Cup 2026. Kompetisi yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Pulau Ingu, Kecamatan Benai, resmi dibuka pada Kamis (15/10/2026) sore, menandai dimulainya persaingan antarkesebelasan dalam memperebutkan kemenangan sekaligus membuktikan kualitas pemain lokal.
Turnamen ini bukan sekadar urusan menang atau kalah. Di balik persaingan di lapangan hijau, Pespi Cup 2026 menjadi panggung bagi talenta-talenta sepak bola daerah untuk menunjukkan kemampuan, mengasah mental bertanding, dan membuktikan bahwa Kuansing memiliki potensi pemain yang layak mendapat perhatian.
Pembukaan turnamen dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kuansing, H. Muklisin, yang diwakili Asisten II Setda Kuansing, Drs. Napisman.
Dalam sambutannya, Napisman menegaskan bahwa kompetisi sepak bola seperti Pespi Cup memiliki nilai lebih dari sekadar perebutan gelar juara. Ajang ini dinilai menjadi sarana pembinaan atlet, pengembangan bakat generasi muda, sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat melalui olahraga.
Ia mengingatkan seluruh kesebelasan agar menjadikan kompetisi ini sebagai ruang untuk menunjukkan kualitas permainan, bukan tempat untuk mempertajam perselisihan.
“Jadikanlah turnamen ini sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi, mengembangkan bakat, serta mencari bibit-bibit pemain sepak bola potensial di Kuantan Singingi. Lebih dari itu, kegiatan ini hendaknya menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam membangun masyarakat yang sehat, aktif, dan berprestasi,” ujarnya.
Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, dan mampu bersaing. Karena itu, setiap pertandingan diharapkan menjadi kesempatan bagi para pemain untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menunjukkan karakter dan kedewasaan dalam berkompetisi.
56 Kesebelasan, Dua Pertandingan Setiap Hari
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Maadil, menyebut Pespi Cup 2026 merupakan turnamen berskala Kabupaten Kuansing yang melibatkan puluhan kesebelasan dengan pemain-pemain lokal.
Besarnya jumlah peserta menjadi gambaran tingginya antusiasme terhadap kompetisi sepak bola di daerah. Untuk menjaga pelaksanaan turnamen tetap efektif, panitia menjadwalkan dua pertandingan setiap hari.
Dengan format tersebut, persaingan diperkirakan berlangsung menarik. Setiap kesebelasan memiliki kesempatan untuk menguji strategi, mengukur kekuatan lawan, serta membuktikan hasil latihan mereka di lapangan.
Lebih jauh, Pespi Cup diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kompetisi semata. Turnamen ini diharapkan menjadi salah satu pintu untuk menemukan pemain berbakat yang selama ini belum mendapatkan kesempatan tampil di panggung yang lebih luas.
Dorong Pembinaan Sepak Bola Daerah
Pemerintah Kabupaten Kuansing berharap penyelenggaraan Pespi Cup 2026 dapat memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola di tingkat lokal. Kompetisi yang berlangsung secara konsisten dinilai penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus membuka peluang bagi pemain daerah mengembangkan karier olahraga.
Namun, semangat kompetisi harus tetap berjalan beriringan dengan sportivitas. Para pemain diharapkan menghormati keputusan wasit, menjaga ketertiban, dan menghindari tindakan yang dapat mencederai semangat persaudaraan.
Pembukaan turnamen turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing, Hevi Heri Antoni, S.Sos., M.Si.; Camat Benai, Paimun Hendro, S.P.; Kapolsek Benai; Ketua PSSI Kuansing; Kepala Desa Pulau Ingu; serta sejumlah undangan lainnya.
Dengan 56 kesebelasan yang ambil bagian, Pespi Cup 2026 kini menjadi salah satu panggung persaingan sepak bola lokal di Kuansing. Harapannya, dari kompetisi ini tidak hanya lahir juara, tetapi juga muncul talenta-talenta baru yang kelak mampu mengharumkan nama Kuantan Singingi di level yang lebih tinggi.
#Turnamen #Asisten II Setda #Sepak Bola