JAKARTA — Di balik helm dan nomor balap 89, Javier Akhtam Khairullah atau Raja Javier 89 tengah menapaki mimpi besar di dunia balap motor. Meski usianya masih belia, lintasan sirkuit sudah menjadi bagian penting dari kesehariannya.
Raja lahir di Jakarta, 20 November 2014. Ketertarikannya pada balap motor bermula dari inisiatif orang tua yang ingin menyalurkan energi anak ke arah positif. Tanpa latar belakang keluarga pembalap, langkah pertama Raja dimulai pada usia tujuh tahun saat mengunjungi Sirkuit Sentul, Bogor, dan mencoba pocket bike untuk pertama kalinya.

Sejak 2022, bakat Raja mulai terlihat melalui berbagai prestasi di ajang balap lokal. Pada 2023, ia naik kelas dengan mengendarai MiniGP dan Ohvale 160 cc, menjadi fondasi penting dalam pembentukan teknik dan mental balap.
Musim 2024 menjadi titik penting dalam kariernya. Raja tampil di FIM MiniGP Indonesian Series, Kejurnas Motoprix, hingga merasakan atmosfer balap internasional di Sirkuit Sepang, Malaysia. Puncaknya, ia keluar sebagai Juara Umum Kejurnas Motoprix Seri B kelas Mini Sport.
Pada 2025, Raja bergabung dengan 43 Racing School dan berhasil meraih podium kedua Kejurnas Oneprix, meski langkahnya sempat terhenti akibat insiden di akhir seri. Pengalaman tersebut justru memperkuat mental dan komitmennya.

Memasuki 2026, Raja Javier mempertegas keseriusannya dengan bergabung bersama Doni Racing School (DRS) di bawah bimbingan Coach Doni Ramdani. Akhir Januari 2026, ia mengikuti Track Day di Sirkuit Mandalika, menjadi pengalaman pertamanya mengaspal di sirkuit berstandar internasional.

Dengan target tampil di Mandalika Racing Series 2026 dan Kejurnas Motoprix 2026, Raja Javier 89 terus melaju, membawa harapan baru bagi masa depan balap motor Indonesia.
#Raja Javier #Pembalap Muda #Sirkuit Mandalika