Gaspol Tekan Stunting! Pemkab Kuansing Kunci Data, Perkuat Aksi, Targetkan Hasil Nyata

Gaspol Tekan Stunting! Pemkab Kuansing Kunci Data, Perkuat Aksi, Targetkan Hasil Nyata

Teluk Kuantan – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tancap gas menekan angka stunting. Lewat sinergi lintas sektor dan penguatan data hingga tingkat desa, langkah percepatan kini dipastikan bergerak lebih terarah dan berdampak.

Arahan tegas datang dari Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby. Ia menegaskan, stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi prioritas nasional yang wajib dituntaskan di daerah.

“Ini konsen pemerintah pusat. Di daerah harus kita maksimalkan. Tidak boleh ada lagi anak-anak Kuansing yang mengalami stunting,” tegasnya.

Komitmen itu langsung diterjemahkan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) yang digelar di Ruang Multimedia Kantor Bupati, Senin (20/02/2026). Rapat dipimpin Asisten I dan dihadiri jajaran strategis—mulai dari Staf Ahli, kepala OPD, Ketua TP PKK, hingga para camat se-Kuansing.

Ketua TPPPS Kuansing, Drs. Napisman, tak memberi ruang untuk kerja setengah hati. Ia menekankan bahwa penurunan stunting adalah indikator kinerja daerah yang harus dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar laporan.

“Semua harus serius, terkoordinasi, dan konsisten. Kunci kita ada di data. Harus akurat, harus valid, supaya intervensi tepat sasaran,” tegasnya.

Fokus utama kini mengerucut: sinkronisasi data hingga level posyandu, pemetaan lokus stunting, dan intervensi langsung ke titik prioritas. Tanpa data yang presisi, program dinilai hanya akan berjalan di tempat.

Di lapangan, strategi dipertegas melalui intervensi gizi spesifik, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, hingga penguatan perlindungan sosial. Edukasi soal pola asuh dan gizi seimbang juga terus digencarkan, dibarengi monitoring ketat dan evaluasi berkala.

Kepala Dinas P2KBP3A, Mardiansyah, mengakui tantangan terbesar ada pada partisipasi masyarakat. Karena itu, pendekatan yang lebih membumi dan berkelanjutan menjadi kunci.

“Program bagus tidak akan berdampak kalau partisipasi rendah. Ini yang terus kita dorong di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I menekankan pentingnya intervensi sejak dini dengan memperkuat peran TPPPS hingga tingkat kecamatan dan desa. Ia juga menyoroti peran Dinas Kesehatan sebagai leading sector untuk memastikan kesiapan SDM, kejelasan anggaran, dan program berbasis data posyandu.

Hasil rapat pun langsung konkret. Sebanyak 26.704 data sasaran final ditetapkan sebagai basis intervensi, dengan penimbangan serentak dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Tak berhenti di situ, sebanyak 1.450 balita stunting akan ditangani secara lebih serius melalui proses evaluasi medis, analisis mendalam, hingga verifikasi oleh UPTD Kesehatan. Hasilnya akan dibedah tim pakar audit kasus stunting untuk menentukan langkah penanganan paling tepat.

Langkah ini memastikan setiap kasus ditangani spesifik, bukan pendekatan umum yang seringkali kurang efektif.

Pemkab Kuansing juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta, memperkuat gerakan bersama agar penanganan stunting tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi gerakan kolektif.

Rapat koordinasi TPPPS akan digelar secara berkala untuk memastikan program tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar terukur hasilnya.

Dengan strategi yang makin tajam—data akurat, intervensi tepat, dan kolaborasi kuat—Kuansing membidik satu target besar: memutus rantai stunting dan mencetak generasi sehat sebagai fondasi masa depan daerah.

#Kuansing #Stunting #Kolaborasi #Strategi Tajam